Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak

SMA Negeri 1 Bojong
Ketua :
Syahroni Amarifin
Anggota :
Syahroni Amarifin
Muhammad Ainnur Rofiq

Alamat : Jl. Raya Bojong Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan


DESKRIPSI

Keberadaan plastik yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia dan ketidakarifan manusia itu sendiri dalam memperlakukan sampah plastik, berdampak pada pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh plastik-plastik yang melimbah. Plastik yang sebenarnya memiliki kandungan energi tinggi dan berpotensi menjadi sumber energi, ternyata lebih banyak yang mencemari tanah, sungai, dan lautan. Bahkan negara Indonesia adalah negara peringkatke dua sedunia sebagai negarapenyumbangsampah plastik dengankonsumsi 9,8 miliarkantongsetiaptahun. Hal itu sangat memprihatinkan dan sangat perlu diupayakan solusi untuk mengatasi masalah limbah plastik yang sepertinya tidak pernah selesai. Salah satu alternatif cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengolah atau mendaur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Proses daur ulang tersebut hanya membutuhkan satu jenis bahan, yaitu sekumpulan sampah plastik yang diolah dengan menggunakan peralatan sederhana yang bisa didapatkan di sekitar rumah, kemudian dirangkai hingga membentuk satu kesatuan alat yang bisa memproses sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Proses daur ulang tersebut sangat mudah dilakukan oleh siapapun, tidak membutuhkan keterampilan khusus, tidak membuthkan banyak biaya, tenaga, dan waktu untuk mendapatkan bahan bakar minyak dari sampah plastik. Proses yang dilalui dalam daur ulang tersebut adalah; tahap persiapan yaitu menyiapkan bahan dan alat-alat yang dibutuhkan. Kemudian tahap daur ulang yaitu mengolah plastik dalam tabung reaktor dan menyalurkan uap panasnya melalui pipa-pipa yang masuk ke dalam tabung destilasi 1 dan destilasi 2. Pada tabung destilasi 2, uap panas yang ada di dalam pipa berubah menjadi embun yang kemudian mengalir ke ujung pipa. Aliran embun yang mengumpul tersebut setelah melalui ujung pipa, ditampung dalam sebuah mangkuk, gelas, bejana, atau sejenisnya. Hasil bahan bakar yang diperoleh dari proses daur ulang sampah plastik tersebut, sangat mungkin masih berupa minyak mentah dengan bentuk cair berwarna kuning jernih, beraroma menyengat seperti campuran antara minyak, bensin, dan solar. Berkenaan dengan hal tersebut maka hasil uji coba ini masih sangat membutuhkan proses selanjutnya yang diharapkan dapat memisahkan antara minyak, bensin, solar, dan unsur lainnya yang terdapat dalam cairan minyak hasil daur ulang. Pemanfaatan sampah plastik yang dilakukan pada proposal ini adalah mendaur ulang sampah plastik dengan hanya menggunakan peralatan yang sangat sederhana, maka ke depan upaya pengembangan yang perlu dilakukan adalah dengan membuat alat yang lebih modern, besar, kuat, dan dapat digunakan hingga ratusan kali sehingga hasil yang diperoleh bisa lebih maksimal dan dapat dimanfaatkan untuk aktifitas masyarakat sehingga terwujud peningkatan kesejahteraan taraf hidup mereka