Pendidikan Multilingual dengan Media Permainan Tradisional

Sanggar Pandhita
Ketua :
Halim Ahmad
Anggota :
Umi Jamilah
Puspa Rakhmawati

Alamat : Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan


DESKRIPSI

Bagi masyarakat pedesaan seperti di Dukuh Kaliketing, pendidikan masih menjadi kemewahan yang tidak bisa diakses oleh semua warga. Statistik menunjukkan bahwa 31,94 % lulus SD, dan 39, 12% tidak tamat SD. Perkembangan tekhnologi ke era digital membawa pada perubahan paradigma yang lebih terbuka. Tekhnologi digital menyebabkan ilmu pengetahuan dari belahan dunia manapun bisa diakses dengan bebas oleh siapapun dan dari manapun. Namun demikian, peluang yang terbuka tersebut tidak serta merta membuat orang dapat mengambil ilmu pengetahuan yang tersedia, karena mayoritas ilmu pengetahuan tersedia dalam bahasa Inggris. Sehingga diperlukan kecakapan keterampilan berbahasa Inggris yang mumpuni agar terbukanya peluang tersebut bisa ditangkap dengan optimal. Akan tetapi mempelajari bahasa Inggris seringkali menyebabkan masyarakat menjadi kebarat-baratan dalam gaya maupun dalam bertutur kata. Untuk itu kita harus membentenginya dengan kearifan lokal. Sanggar “PANDHITA” hadir melalui konsep pembelajaran yang mengintegrasikan antara kebudayaan lokal dengan kebutuhan global yang diaplikasikan dengan cara memasukkan unsur-unsur edukatif dalam permainan tradisional. Tujuan dari didirikannya Sanggar “PANDHITA” adalah untuk tujuan promosi dengan peningkatan keterampilan bahasa asing dan tujuan proteksi agar masyarakat memiliki kebanggan terhadap kekayaan budaya dan intelektual nenek moyang. Pendidikan bahasa yang diajarkan adalah Bahasa Inggris sebagai bahasa utama, Bahasa Jawa sebagai benteng, Bahasa Indonesia sebagai pengantar serta Bahasa Perancis dan Bahasa Jepang sebagai pengayaan. Sedangkan media permainan tradisional yang diterapkan dalam pembelajaran antara lain, engklek, sluku-sluku bathok, ular naga, domikado, cingciripit, dan njang-anjang. Sasaran kegiatan pembelajaran di Sanggar "PANDHITA" adalah anak usia sekolah dasar. Hasil dari pembelajaran multilingual dengan media permainan tradisional di Sanggar "PANDHITA" ini adalah adanya peningkatan kemampuan berbahasa Inggris pada anak-anak serta peningkatan intensitas dimainkannya permainan tradisional dalam kegiatan bermain anak-anak saat mengisi waktu luang. kegiatan ini merupakan swadaya masyarakat dan peserta tidak dipungut biaya.