Pemanfaatan air limbah cuci dan mandi

Tim Krenova Kampung Tulung RW 02 Kota Magelang
Ketua :
Suharyono
Anggota :
Suharyono
Ni Nyoman Nepi Marleni
F. Nani Sutrisni
Sutriyono Basuki

Alamat : Tulung Rw II


DESKRIPSI

Peningkatan jumlah penduduk memberikan konsekuensi bertambahnya beban pencemaran di badan air. Kebiasaan masyarakat yang membuang limbah dapur, cuci dan kamar mandi langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan merupakan salah satu penyebab tingginya angka pencemaran di badan air. Disisi lain potensi sumber daya air yang semakin menurun di Kota Magelang membuat air menjadi sesuatu yang langka di saat-saat tertentu. Maka dari itu diperlukan sebuah inovasi air alternatif untuk memenuhi kebutuhan air yang tidak perlu bersifat potable (minum). Pengolahan dan pemanfaatan limbah cuci, dapur dan kamar mandi (greywater) merupakan salah satu inovasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan air diluar kebutuhan mandi, cuci dan minum (potable). Penggunaan greywater ini sangat memungkinkan di terapkan oleh masyarakat karena jumlah produksi greywater yang cukup besar (50-70% dari total produksi air limbah) dan konsentrasi pencemar yang tidak terlalu tinggi dibanding dengan limbah yang bercampur dengan air limbah WC. Pengolahan dengan sistem fitoteknologi dan pembunuhan kuman dengan sinar ultra violet sinar matahari merupakan salah satu terobosan yangmemenuhi kriteria murah dalam investasi awal, mudah dalam pengoperasian serta pemeliharaan bangunan pengolah air limbah dan hemat energi. Kedua kriteria harus diterapkan dalam faktor yang menentukan keberlanjutan suatu pengolahan air limbah berbasis masyarakat sehingga pengolahan ini tidak hanya berlangsung dalam jangka waktu yang pendek. Fitoteknologi merupakan pengolahan yang mengandalkan kerja tanaman, sehingga pengoperasiannya mengikuti proses alami tumbuh kemabng sebuah tumbuhan dan pemeliharaannya sama seperti pemeliharaan sebuah kebun tanaman. Pembunuhan kuman dengan sinar UV merupakan salah satu metode disinfeksi paling murah dan efektif dalam menghilangkan kuman-kuman berbahaya bagi manusia. Kampung Tulung RW 02 Kota Magelang telah membangun sistem pengolahan dan pemanfaatan air limbah greywater untuk air budidaya tanaman dan ikan. Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa seluruh parameter fisika, kimia dan biologi telah memenuhi persyaratan Perda Propinsi Jawa Tengah No. 5 Tahun 2012. Air olahan juga telah memenuhi persyaratan air untuk budidaya tanaman dan perikanan kelas 3 PP No. 82 Tahun 2001. Tumbuhan yang disiram dengan air olahan juga telah tumbuh subur dan ikan lele dan nila yang di pelihara juga berkembang di kolam tampungan air limbah.