E FARM (Alat Penyiram Tanaman dan Pemberi Makan Ikan Otomatis)

TIM E FARM
Ketua :
Bambang Khasbi Ash Shiddiq
Anggota :
Nanda Rizki Ahmad Fauzan
Rian Sugeng Riadi
Salsabila Dhiya Alriye

Alamat : Karangnangka, Kedungbanteng, Banyumas


DESKRIPSI

Penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 31,86% dari jumlah penduduk bekerja yang jumlahnya 124,54 juta orang (Kepala BPS Suhariyanto, Februari 2017) dan di bidang perikanan naik 3,11% (Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, 2017). Bahkan diantaranya mengelola usaha perkebunan dan budidaya ikan tersebut sekaligus. Apabila usaha perkebunan dan budidaya ikan dilakukan secara konvensional, maka dibutuhkan biaya tinggi, tenaga yang besar, dan menyita banyak waktu. Maka dari itu, Tim KIR MAN 1 Banyumas berinovasi membuat E-FARM. E-FARM adalah sebuah alat perkebunan dan budidaya ikan otomatis berbasis Arduino Mega dan IoT dengan memanfaatkan NodeMCU yang dapat membantu melakukan usaha perkebunan dan budidaya ikan dalam waktu yang bersamaan dan dapat dipantau melalui aplikasi dalam smartphone meskipun dari jarak jauh. Pembuatan alat ini bertujuan agar siswa dapat menambah pengetahuan tentang kerja sistem IoT (Internet of Things) serta mengaplikasikanya dalam bentuk inovasi alat juga untuk membantu masyarakat khususnya pengusaha yang berinisiatif untuk usaha perkebunan dan budidaya ikan dengan menjalankan dua usaha tersebut secara bersamaan. Dengan dibuatnya alat ini diharapkan memberi manfaat seperti mengurangi tenaga ekstra karena setiap saat harus mengecek perkebunan dan perikanan secara bersamaan, mengurangi resiko kerugian yang besar, dapat mempersingkat waktu proses perawatan, serta tidak banyak mengeluarkan biaya untuk akomodasi para pekerja. Pembuatan alat E-FARM berbasis Arduino mega dan IoT melalui beberapa tahap yaitu : (1) Tahap persiapan; (2) Tahap perancangan perangkat lunak (software); (3) Tahap perancangan perangkat keras (hardware); (4) Tahap pengujian alat; (5) Tahap analisis. Dalam tahap perangkat keras (hardware), kami menggunakan LDR sebagai sensor kekeruhan air, sensor Ultrasonik sebagai pendeteksi ketinggian air dan jumlah pakan ikan, Buzzer sebagai indikator sistem jika pakan habis dan air keruh, DS18B20 sebagai sensor suhu air, DHT11 sebagai sensor suhu dan kelembaban ruangan, sensor Soil Mosture sebagai sensor kelembaban tanah. Kesimpulan pada penelitian ini E-FARM, alat perkebunan dan perikanan otomatis berbasis Arduino mega dan IoT mampu memberi solusi pada pengusaha perkebunan dan budidaya ikan untuk memantau usahanya melalui aplikasi dalam smartphone, sehingga efisien biaya, waktu, dan tenaga.