Hormon Acephaseolus Cocomoeatas

Fildzah Kharisma NH dan Yudya Cadita R
Ketua :
Fildzah Kharisma Nurul Haq
Anggota :
Yudya Cadita Rokhman

Alamat : Kabupaten Tegal


DESKRIPSI

Indonesia merupakan negara agraris, dengan lahan yang sangat luas dan keanekaragaman hayati yang sangat beragam, termasuk didalamnya keanekaragaman flora/tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak terlepas dari upaya dalam pemeliharaan tanaman. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola pertumbuhan fisiologis tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dapat dipacu oleh zat-zat pengatur tumbuh. Zat pengatur tumbuh (ZPT) merupakan suatu molekul hormon yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kerja dalam tanaman. Zat Pengatur Tumbuh dapat mempengaruhi aktivitas jaringan pada berbagai organ atau sistem organ tanaman. Fungsi ZPT dalam jaringan tanaman adalah mengatur proses fisiologis pembelahan dan pemanjangan sel, serta mengatur pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah. Pada dasarnya, tujuan dari pemberian ZPT yaitu untuk mempercepat pertumbuhan akar yang diharapkan pertumbuhan tanaman menjadi seragam dengan kualitas yang relatif sama. Dalam pemberian ZPT dapat disesuaikan dengan jenis dari tanaman itu sendiri, ada tanaman yang mudah tumbuh walau hanya diberi ZPT sedikit saja. Namun, jika jenis tanaman yang sukar atau sulit dalam pertumbuhannya maka dosis yang diberikan dapat ditambah atau lebih tinggi. Secara alamiah tanaman sudah mengandung hormon pertumbuhan seperti Auksin, giberelin dan Sitokin yang dapat diistilahkan dengan hormon endogen. Kebanyakan hormon endogen di tanaman berada pada jaringan meristem yaitu jaringan yang aktif tumbuh seperti ujung-ujung tunas/tajuk dan akar. Tetapi karena pola budidaya yang intensif yang disertai pengelolaan tanah yang kurang tepat maka kandungan hormon endogen tersebut menjadi rendah/kurang bagi proses pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Akibatnya sering dijumpai pertumbuhan tanamaman lambat, kerontokan bunga/ buah, ukuran umbi/buah kecil yang merupakan sebagian tanda kekurangan hormon (selain kekurangan zat lainnya seperti unsur hara). Oleh karena itu penambahan hormon dari luar (hormon eksogen) seperti produk hormonik yang mengandung hormon Auksin, Giberelin dan Sitokinin organik (Non sintetik/kimia) mutlak diperlukan untuk menghasilkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman yang optimal. Hormon Acephaseolus cocomoeatas menjadi solusi dalam peningkatan kebutuhan nutrien tanaman. Hormon Acephaseolus cocomoeatas merupakan ZPT alami yang diinovasikan dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Bila kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan tanaman, ZPT yang diberikan akan dapat segera diserap tanaman. Penggunaan dosis ZPT yang tepat dapat mempengaruhi proses pembungaan dan pembuahan tanaman. Sehingga memudahkan bagi masyarakat khususnya petani dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan produktivitas pertanian. Hormon Acephaseolus cocomoeatas memiliki keunggulan yaitu 100% murni dari bahan dasar organik, aman dan tidak berdampak buruk pada tanaman dan media tanam, harga murah, dan mampu meningkatkan serta mempercepat masa panen. Banyak hormon-hormon kimiawi yang berkembang di pasaran, yang berefek cepat namun memiliki bahaya yang tinggi, baik bagi lingkungan, tanaman maupun manusia yang mengonsumsi. Berdasarkan hasil uji coba di lapangan bahwa aplikasi Hormon Acephaseolus cocomoeatas pada tanaman sangat membantu petani dalam upaya meningkatkan produktivitas, terlebih jika digunakan secara kontinyu. Kata kunci : Hormon Acephaseolus cocomoeatas, ZPT, organik