REVOLUSI INDUSTRI SPONGE IRON DENGAN MENGGUNAKAN METODE REDUKSI WA’IN BREBES

Team Brebes Sponge Iron
Ketua :
Wain
Anggota :
Muflikh Ikhsan Hidayatullah
Deden Sulaeman
Ahmad Kaha Suratman

Alamat : Jl.Brigjen Katamso No.57 Pasar Batang Brebes


DESKRIPSI

Ada dua jenis bahan baku utama indusri baja, yaitu Pig Iron (besi kasar) dan Sponge Iron (besi spons). Dalam istilah yang berbeda-beda Pig Iron sudah dikenal dan digunakan manusia sebagai bahan baku baja sejak 2000 tahun SM atau 4000 tahun yang lalu. Sementara itu Sponge Iron diperkenalkan oleh Hojalata y L. Mina, S.A. pada awal tahun 1950-an, sehingga proses pembuatan Sponge Iron sering dikenal dengan nama HYL Process. Pig Iron diperoleh melalui proses reduksi tidak langsung dan tidak akan menjadi pokok bahasan dalam proposal ini. Sedangkan Sponge Iron (besi spons) sering disebut sebagai DRI (direct reduced iron) karena diperoleh melalui proses reduksi langsung pasir/bijih besi. Sesungguhnya tehnologi ini tidak terlalu rumit karena hanya upaya pemurnian besi ( Fe ) dengan pengurangan oksida pada bijih besi / hematit ( Fe2O3 ) melalui reaksi kimia sederhana yaitu menggunakan Gas Alam Cair (LNG) atau Hidrocarbon (CH4) dengan Uap Air (H2O) untuk menghasilkan Gas Reduktor yaitu gas monoksida (CO) atau hidrogen (H2). Kedua reduktor tersebut akan mereduksi kandungan oksigen yang terdapat pada pellet biji besi ( Fe2O3 ) menjadi Fe / Besi murni. Bangkrutnya PT. Meratus Jaya Iron Steel (MJIS) sebagai BUMN beraset lebih dari Rp. 2 Trilyun dan difokuskan untuk memproduksi bahan baku baja khususnya sponge iron merupakan bukti nyata bahwa hingga saat ini Indonesia belum menguasai tekhnologi terapan untuk pengolahan sponge iron yang efesien. Hal ini disebabkan tenaga ahli asing yang digunakan PT. MJIS menggunakan Pola dan Formula Reduksi yang membutuhkan biaya produksi yang cukup tinggi sehingga tidak bisa bersaing dengan harga sponge iron impor yang sangat kompetitif. Tehnologi terapan yang ditawarkan Tim Sponge Iron Brebes memberikan solusi alternatif bagi tiga permasalahan besar sekaligus. Yaitu : Pertama meningkatkan nilai jual bahan mentah terutama pasir besi yang sangat melimpah di Nusantara; Kedua memberikan Metodologi Produksi Sponge Iron yang efisien agar bisa bersaing dengan harga produk impor; Ketiga membantu mewujudkan program ekonomi kerakyatan dengan cara mengubah Pola Produksi Sponge Iron dari penggunaan Tehnologi Tinggi Pabrikasi yang Padat Modal menjadi Home Industry bertehnologi sederhana yang Padat Karya. Tehnologi Terapan Alternatif yang ditawarkan Tim Brebes Sponge Iron berdasarkan hasil riset dan percobaan yang dilakukan oleh Bapak Wa’in selama belasan tahun, sehingga kami menyebutnya dengan Metode Reduksi Wa’in. Metode ini memiliki formula kunci yang sederhana namun keluar dari pakem standar HYL Process. Kami meyakini bahwa formula yang ditemukan Bapak Wa’in belum pernah digunakan atau diuji coba di Perguruan Tinggi atau Lembaga Riset di Indonesia karena keluar dari Text Book atau metodologi yang digunakan Perguruan Tinggi di Indonesia.