Pemanfaatan Ekstrak Kepala Ikan Lele Sebagai Media Biakan Biopestisida / Pestisida Hayati

BIOPESTISIDA
Ketua :
Danang Eko Saputro
Anggota :
1. Arumsari

Alamat : Ngelo, Wadas, RT 2/RW4, Kec Kandangan, Kab Temanggung


DESKRIPSI

Ekstrak kepala ikan lele dapat digunakan sebagai media biakan pembuatan pestisida hayati. Ekstrak kepala ikan lele digunakan sebagai media menumbuhkan bakteri antagonis sebagai pestisida hayati. Penelitian ini merupakan uji kelayakan apakah bakteri yang ditumbuhkan dari media ekstrak kepala ikan lele layak di gunakan sebagai pestisida hayati atau tidak. Dengan menunjukkan pertumbuhan bakteri mencapai 10 milyar dengan indikator bakteri dapat tumbuh di PDA dengan pengeceran 10 miliyar dengan indicator bakteri dapat tumbuh di PDA dengan pengenceran 10-6 – 10-9. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah bakteri Corynebacterium diphtheria. Metode yang digunakan penelitian ini metode eksperimen laboraturium. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu dengan penanaman bateri di pengenceran 10-6 – 10-9. Setiap perlakuan di beri ulangan dua kali. Untuk mengetahui apakah layak pestisida hayati ini untuk di aplikasikan yaitu dengan melihat perkembangan bakteri pada PDA selama 24 jam, setiap 2 jam sekali di lakukan pencatatan perkembangan bakteri. Hasil penelitian ini menunjukan bakteri dapat tumbuh dengan media ekstrak kepala ikan lele, bakteri layak untuk di aplikasikan sebagai pestisida hayati, dengan menunjukan bahwa bakteri bisa tumbuh dan berkembang di pengenceran 10-6 – 10-9, artinya populasi dapat mencapai 10 milyar (10 x 109) per mililiter. Jadi ekstrak kepala ikan lele dapat di gunakan sebagai pengganti ekstrak udang sebaga media biak bakteri. Dan kami juga merekomondasikan kepada petani agar menggunakan pestisida hayati disamping biaya yang dibutuhkan terjangkau, penggunaan pestisida hayati tidak akan mencemari lingkungan. Kata kunci : bio-pestisida / pestisida hayati, ekstrak kepala ikan lele, bakteri , pengenceran 10-6 – 10-9.