PENGEMBANGAN PEMIJAHAN GURAMI METODE KOLAM TERPAL AIR DANGKAL

Marbowo Leksono, S.Pi dan Mohaman Soimun

Alamat : Desa Patemon RT/RW 002/001, Kec. Bojongsari, Kab. Purbalingga


DESKRIPSI

Banyak orang berpikir bahwa memijahkan gurami hanya bisa dilakukan di kolam tanah dengan ketersediaan air yang mengalir sepanjang tahun. Namun, cara tersebut menjadi kurang efisien karena ketersediaan lahan yang semakin berkurang. Apalagi di daerah perkotaan yang padat penduduk. Kondisi tersebut membuat kita harus mencoba alternatif lain, yaitu pemijahan gurami menggunakan kolam terpal air dangkal. Pemijahan gurami dengan metode kolam terpal air dangkal merupakan cara baru dalam dunia perikanan. Inovasi pemijahan gurami di kolam terpal air dangkal merupakan sebuah kearifan lokal yang dilatarbelakangi oleh minimnya dukungan lingkungan, terutama sumberdaya air serta keterbatasan modal. Pemijahan gurami dengan metode kolam terpal air dangkal dibandingkan dengan metode konvensional mempunyai keunggulan antara lainhemat penggunaan lahan dan air sehingga diterapkan di pekarangan rumah, tanah yang kurang produktif dan berkontur tidak rata, maupun daerah perkotaan dengan lahan yang sempit. Satu unit usaha pembenihan gurami dengan metode kolam terpal air dangkal idealnya memiliki minimal 6 buah kolam terpal berukuran 2x4 m sebagai kolam pemijahan yang akan menghasilkan telur Gurami, ditambah 6 buah kolam dengan ukuran 2x3 m untuk pembenihan. Jika dikelola dengan baik dan dibangun jejaring agribisnis pembenihan Gurami secara bertingkat mulai dari Desa hingga tingkat Kabupaten dan antar Provinsi, maka pengembangan pemijahan gurami dengan metode kolam terpal air dangkal dapat menjadi alternatif dalam rangka meningkatkan penghasilan dan membuka lapangan kerja khususnya bagi keluarga miskin. Bisnis pemijahan gurami dengan metode kolam terpal air dangkal merupakan usaha yang sangat layak untuk dikembangkan karena mempunyai keunggulan koparatif dibandingkan dengan metode konvensional. Telur gurami sebagai hasil awal dari usaha pemijahan Gurami dapat diperdagangkan secara luas hingga antar pulau dan provinsi dengan harga yang sangat baik. Disisi lain, keberhasilan pengembangan metode pemijahan Gurami di kolam terpal air dangkal akan memacu dan menstimulasi para pembudidaya Gurami pada segmen pembenihan dan pembesaran untuk menambah dan memperluas usaha budidayanya karena dukungan ketersediaan benih yang melimpah. Produktivitas pembudidaya Gurami akan semakin meningkat sehingga dapat menggenjot peningkatan produksi perikanan budidaya, khususnya di Jawa Tengah.